Logo Boss Capital Option

Boss Capital Option

Senin - Jumat: 08:00 - 17:00 WIB
Bersertifikat Resmi
Materi Terverifikasi

Panduan Memahami Terminologi Investasi dengan Lebih Mudah

Dunia investasi punya bahasa sendiri. Istilah-istilah yang mungkin terdengar asing di awal, tapi sebenarnya nggak sesulit yang dibayangkan. Kami berbagi cara praktis untuk memahami terminologi investasi tanpa harus pusing dengan jargon yang berbelit.

Kenapa Terminologi Itu Penting?

Banyak orang merasa terintimidasi saat pertama kali mendengar istilah seperti "diversifikasi portofolio" atau "yield". Padahal, memahami istilah-istilah ini membuat kita bisa mengambil keputusan finansial yang lebih baik.

Ketika berbicara dengan konsultan keuangan atau membaca laporan investasi, pemahaman tentang terminologi dasar membantu kita menangkap maksud sebenarnya. Ini bukan tentang terdengar pintar, tapi tentang memahami risiko dan peluang yang ada.

Pengalaman kami menunjukkan bahwa investor yang memahami terminologi cenderung lebih tenang dalam menghadapi fluktuasi pasar. Mereka tahu apa yang sedang terjadi dan kenapa hal itu terjadi.

Visualisasi konsep pembelajaran terminologi investasi

Konsep Fundamental yang Perlu Dipahami

Beberapa konsep ini akan sering muncul dalam berbagai konteks investasi. Menguasainya memberikan fondasi yang kuat untuk pembelajaran lebih lanjut.

Ilustrasi konsep investasi fundamental

Likuiditas

Seberapa cepat aset bisa diubah jadi uang tunai tanpa kehilangan nilai signifikan. Tabungan sangat likuid, properti kurang likuid karena butuh waktu untuk dijual.

Volatilitas

Ukuran seberapa besar harga aset berfluktuasi. Saham teknologi biasanya lebih volatil dibanding obligasi pemerintah. Bukan berarti buruk, tapi perlu dipahami risikonya.

Diversifikasi

Strategi menyebar investasi ke berbagai jenis aset untuk mengurangi risiko. Seperti pepatah lama: jangan taruh semua telur dalam satu keranjang.

Horizon Waktu

Jangka waktu kita berencana memegang investasi sebelum membutuhkan dananya. Ini sangat mempengaruhi jenis investasi yang cocok untuk situasi kita.

Istilah yang Sering Membingungkan

Beberapa istilah investasi memang mirip atau sering digunakan bergantian. Berikut perbedaan yang perlu dipahami supaya nggak keliru dalam memahami informasi investasi.

Istilah Definisi Sederhana Contoh Penggunaan
Return vs Yield Return adalah total keuntungan termasuk capital gain, yield fokus pada pendapatan berkala Saham naik 15% plus dividen 2% = return 17%, yield-nya 2%
Bull vs Bear Market Bull market artinya pasar sedang naik, bear market artinya pasar sedang turun Bull market 2020-2021, bear market pertengahan 2022
Aktif vs Pasif Investasi aktif melibatkan trading sering, pasif lebih ke strategi beli dan tahan Index fund adalah strategi pasif, day trading adalah aktif
Growth vs Value Growth stock fokus pada pertumbuhan cepat, value stock dianggap undervalued Startup teknologi biasanya growth, perusahaan mapan bisa jadi value
Capital vs Income Capital gain dari kenaikan harga aset, income dari dividen atau bunga Jual saham untung = capital gain, terima dividen = income
Risiko vs Eksposur Risiko adalah kemungkinan rugi, eksposur adalah seberapa besar kita terpengaruh Punya 80% portofolio di saham = eksposur tinggi ke risiko pasar

Jalur Pembelajaran Bertahap

Nggak perlu buru-buru menguasai semua istilah sekaligus. Pembelajaran yang efektif dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan dan tahap investasi kita saat ini.

1

Pahami Istilah Dasar Dulu

Mulai dengan konsep seperti saham, obligasi, reksa dana, dan deposito. Ini adalah instrumen yang paling umum dan akan sering dijumpai dalam berbagai konteks investasi.

2

Pelajari Metrik Evaluasi

Setelah tahu jenis-jenis investasi, pahami cara mengukur performanya. ROI, risk-adjusted return, dan ratio Sharpe adalah beberapa metrik yang berguna untuk evaluasi.

3

Kenali Strategi Investasi

Dollar-cost averaging, value investing, momentum trading – setiap strategi punya terminologi dan prinsipnya sendiri. Fokus pada strategi yang sesuai dengan profil risiko kita.

4

Perluas ke Konsep Lanjutan

Setelah nyaman dengan dasar-dasarnya, baru eksplorasi konsep seperti derivatif, hedging, atau alternative investment. Ini biasanya relevan ketika portofolio sudah lebih kompleks.