Logo Boss Capital Option

Boss Capital Option

Senin - Jumat: 08:00 - 17:00 WIB
Bersertifikat Resmi
Materi Terverifikasi

Pahami Investasi dengan Lebih Baik

Dunia investasi punya bahasa sendiri. Kami bantu kamu mengerti istilah-istilah penting supaya keputusan finansial lebih terarah dan masuk akal.

Istilah yang Sering Bikin Bingung

Asset Allocation

Cara kamu bagi-bagi uang ke berbagai jenis investasi. Misalnya 60% saham, 30% obligasi, 10% emas. Bukan cuma soal berapa banyak, tapi juga cocok gak sama tujuan dan umur kamu.

Volatilitas

Seberapa liar harga naik-turun. Saham teknologi biasanya lebih volatil dari deposito. Gak selalu jelek, tapi harus cocok sama mental dan rencana kamu.

Likuiditas

Seberapa cepat kamu bisa jual aset jadi uang tunai tanpa rugi banyak. Reksa dana pasar uang lebih likuid dibanding properti yang bisa butuh waktu berbulan-bulan.

Blue Chip

Saham perusahaan besar yang udah stabil dan terpercaya. Seperti bank BUMN atau perusahaan consumer goods raksasa. Lebih aman tapi returnnya biasanya gak selangit.

Dividend Yield

Berapa persen dividen yang kamu dapat dibanding harga saham. Kalau saham harga Rp 1.000 kasih dividen Rp 50 setahun, yield-nya 5%. Cocok buat yang cari passive income.

P/E Ratio

Price to Earnings Ratio. Nunjukin berapa kali harga saham dibanding keuntungan perusahaan. Kalau terlalu tinggi, bisa jadi saham itu kemahalan. Tapi konteks industri juga penting.

Panduan Memulai Investasi

Buat yang baru mau terjun, ini beberapa hal dasar yang perlu kamu tahu. Gak usah buru-buru, pahami dulu fondasinya.

  • Tentuin dulu tujuan finansial kamu. Mau beli rumah? Pensiun nyaman? Dana pendidikan anak? Tujuan yang jelas bikin strategi lebih fokus.
  • Ukur toleransi risiko secara jujur. Kalau liat portofolio turun 20% langsung panik, mungkin saham agresif bukan buat kamu.
  • Mulai dari yang kamu pahami. Jangan ikut-ikutan investasi rumit cuma karena temen bilang untung besar. Pahami dulu cara kerjanya.
  • Siapkan dana darurat dulu sebelum investasi. Minimal 3-6 bulan pengeluaran. Biar gak terpaksa jual investasi saat harga lagi jelek.
  • Pelajari biaya-biaya yang ada. Fee transaksi, management fee, pajak. Semua ini potong return kamu, jadi perlu diperhitungkan.

Investasi itu marathon, bukan sprint. Yang konsisten dan sabar biasanya lebih berhasil dibanding yang ngejar untung cepat. Fokus ke proses belajar, bukan cuma hasil.

Langkah Praktis Membangun Portofolio

Ini bukan rumus pasti karena kondisi tiap orang beda. Tapi setidaknya bisa jadi patokan awal yang masuk akal.

1

Evaluasi Kondisi Keuangan

Catat pendapatan, pengeluaran, dan utang yang ada. Kalau masih punya utang konsumtif dengan bunga tinggi, lunasin dulu sebelum investasi. Gak masuk akal kalau bayar bunga 18% tapi dapat return investasi cuma 8%.

2

Tentukan Horizon Waktu

Butuh uangnya kapan? Kalau 1-2 tahun, jangan masuk saham karena risiko kerugian masih tinggi. Kalau 10 tahun ke depan, saham bisa jadi pilihan karena punya waktu recover dari volatilitas.

3

Pilih Instrumen yang Sesuai

Deposito buat yang konservatif, reksa dana campuran buat yang moderat, saham individual buat yang agresif dan udah belajar analisis. Jangan paksa diri ambil risiko yang bikin kamu gak bisa tidur nyenyak.

4

Monitor dan Rebalance Berkala

Cek portofolio tiap 3-6 bulan. Kalau ada aset yang udah terlalu besar atau kecil dari rencana awal, sesuaikan lagi. Tapi jangan terlalu sering ngutak-ngatik karena bisa boncos biaya transaksi.