Diversifikasi: Kenapa Taruh Semua Telur di Satu Keranjang Itu Berisiko
Banyak orang baru paham pentingnya diversifikasi setelah mengalami kerugian besar. Artikel ini jelaskan cara sederhana menyebarkan risiko tanpa bikin pusing.
Baca Selengkapnya
Dunia investasi punya bahasa sendiri. Kami bantu kamu mengerti istilah-istilah penting supaya keputusan finansial lebih terarah dan masuk akal.
Artikel yang sering dicari pembaca kami selama Februari 2025. Semua ditulis dengan bahasa sederhana tanpa jargon berlebihan.
Banyak orang baru paham pentingnya diversifikasi setelah mengalami kerugian besar. Artikel ini jelaskan cara sederhana menyebarkan risiko tanpa bikin pusing.
Baca Selengkapnya
Istilah ini sering muncul di berita ekonomi. Tapi artinya apa sih sebenarnya? Dan kenapa investor senior bersikap beda saat pasar naik atau turun?
Baca Selengkapnya
Return 20% per bulan? Kedengarannya bagus, tapi apa masuk akal? Yuk bahas ekspektasi return yang wajar supaya gak kecewa atau malah kena tipu.
Baca Selengkapnya
Einstein bilang ini keajaiban dunia kedelapan. Gimana caranya bunga berbunga bisa bikin uang kamu tumbuh lebih cepat dari yang kamu kira?
Baca SelengkapnyaCara kamu bagi-bagi uang ke berbagai jenis investasi. Misalnya 60% saham, 30% obligasi, 10% emas. Bukan cuma soal berapa banyak, tapi juga cocok gak sama tujuan dan umur kamu.
Seberapa liar harga naik-turun. Saham teknologi biasanya lebih volatil dari deposito. Gak selalu jelek, tapi harus cocok sama mental dan rencana kamu.
Seberapa cepat kamu bisa jual aset jadi uang tunai tanpa rugi banyak. Reksa dana pasar uang lebih likuid dibanding properti yang bisa butuh waktu berbulan-bulan.
Saham perusahaan besar yang udah stabil dan terpercaya. Seperti bank BUMN atau perusahaan consumer goods raksasa. Lebih aman tapi returnnya biasanya gak selangit.
Berapa persen dividen yang kamu dapat dibanding harga saham. Kalau saham harga Rp 1.000 kasih dividen Rp 50 setahun, yield-nya 5%. Cocok buat yang cari passive income.
Price to Earnings Ratio. Nunjukin berapa kali harga saham dibanding keuntungan perusahaan. Kalau terlalu tinggi, bisa jadi saham itu kemahalan. Tapi konteks industri juga penting.
Buat yang baru mau terjun, ini beberapa hal dasar yang perlu kamu tahu. Gak usah buru-buru, pahami dulu fondasinya.
Investasi itu marathon, bukan sprint. Yang konsisten dan sabar biasanya lebih berhasil dibanding yang ngejar untung cepat. Fokus ke proses belajar, bukan cuma hasil.
Ini bukan rumus pasti karena kondisi tiap orang beda. Tapi setidaknya bisa jadi patokan awal yang masuk akal.
Catat pendapatan, pengeluaran, dan utang yang ada. Kalau masih punya utang konsumtif dengan bunga tinggi, lunasin dulu sebelum investasi. Gak masuk akal kalau bayar bunga 18% tapi dapat return investasi cuma 8%.
Butuh uangnya kapan? Kalau 1-2 tahun, jangan masuk saham karena risiko kerugian masih tinggi. Kalau 10 tahun ke depan, saham bisa jadi pilihan karena punya waktu recover dari volatilitas.
Deposito buat yang konservatif, reksa dana campuran buat yang moderat, saham individual buat yang agresif dan udah belajar analisis. Jangan paksa diri ambil risiko yang bikin kamu gak bisa tidur nyenyak.
Cek portofolio tiap 3-6 bulan. Kalau ada aset yang udah terlalu besar atau kecil dari rencana awal, sesuaikan lagi. Tapi jangan terlalu sering ngutak-ngatik karena bisa boncos biaya transaksi.